Command Center Pemerintah Kabupaten Purwakarta membuat ketertarikan kunjungan dari Kota Payakumbuh

Command Center Pemerintah Kabupaten Purwakarta membuat ketertarikan kunjungan dari Kota Payakumbuh

  • 2018-12-17 10:03:05
  • 378 view
  • Kicky Rizki

Diskominfo Purwakarta menjadi titik dalam terlaksananya perkembangan IT dalam pemerintahan. Oleh karena itu, banyak daerah-daerah yang tertarik untuk kunjungan ke Diskominfo Purwakarta. Salah satunya dari DPRD komisi B kota Payakumbuh Sumatera Barat. Pada hari Rabu, 12/12/18.

Rombongan dipimpin oleh Candra selaku wakil ketua komisi B rombongan sendri berjumlah 10 orang. Dari komisi B. Acara dibuka oleh Sekdis Diskominfo ucapan selamat datang diberikan oleh Sekdis diskominfo kepada rombongan, dilanjutkan dengan memberikan Informasi tentang Kabupaten Purwakarta. Purwakarta merupakan kota kecil atau salah satu kabupaten terkecil kedua di Jawa barat. Diskominfo sendri berdiri pada bulan Januari 2017.

Command center di Purwakarta diberi nama OGAN LOPIAN, pemberian nama merupakan buah hasil dari kang Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta. Ogan Lopian sendiri terinspirasi dari salah satu pusaka yang dimiliki Batara Kresna dalam kisah pewayangan dimana mampu melihat kondisi dan situasi tertentu yang diinginkan. ”Ujar Ida Sekretaris Dinas Kominfo”

Wulan selaku Sekretaris Komisi B, merasakan suasana yang sangat nyaman Baru masuk ke kota nya sudah terlihat penyambutannya yang menandakan kemajuan kota tersebut.

Ketua rombongan memaparkan perihal letak lokasi Kota Payakumbuh. Kota Payakumbuh merupakan sebuah kota yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Merupakan kota kedua terbesar di Sumatra Barat setelah kota Padang, memiliki Luas 80.43 km kemudian jumlah penduduknya sendiri 127.826 jiwa.

Smart City merupakan visi misi pimpinan Kota Payakumbuh yang saat ini belum bisa terlaksana karena terbentur anggaran yang masih terbatas. Wulan sekretaris komisi B dari partai Gerindra, menerangkan bahwa Kota kedua terbesar di Sumbar ini  Pertumbuhan penduduknya semakin meningkat namun untuk menjadikan Kota Payakumbuh smart city sangat lambat tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Ada beberapa persoalan yang di hadapi oleh Kota Payakumbuh sebagai hambatan dalam terwujudnya SMART CITY, di antaranya sebagai berikut:

  • Persoalan Pembiayaan
  • Persoalan SDM Untuk Pegawai
  • Persoalan Jaringan Internet Belum Terintegrasi Antar OPD

Hendri wanto mengajukan beberapa pertanyaan yaitu mengenai anggaran dan perekrutan untuk pegawai. Kemudian Kota Payakumbuh masih kurang dari segi fasilitas, bagaimana cara mempromosikan Kota secara nasional.

Yus Djunaedi Rusli, S.STP, M.Si menjelaskan, bahwa Berbicara tentang IT dasar dari tujuan tersebut adalah bermanfaat. Kabupaten Purwakarta sudah sangat mempuni dalam segi fasilitas untuk perkembangan IT. Dengan membangun fasilitas Command Center yang diberi nama Ogan Lopian dan call Center 112 . Ogan Lopian akan mnjadi center bagi seluruh data dan kebutuhan pelayanan seluruh Kabupaten Purwakarta. Di Purwakarta menunjukkan dan ingin memanfaatkan IT untuk pelayanan kepada masyarakat, contohnya adalah Sampurasun Dokter dan Bidan yang merupakan pelayanan dalam bidang kesehatan. Aplikasi tersebut menekankan pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengunjungi masyarakat.

Dengan kemudahan Aplikasi Sampurasun Dokter dan Bidan dapat membantu masyarakat ketika membutuhkan bantuan apabila dalam kondisi darurat. Dengan adanya Call Center 112 dapat membantu Masyarakat dalam mengingat nomor darurat. Panggilan kedaruratan sendiri sangat di perlukan oleh masyarakat, di Purwakarta sendiri hanya ada satu nomor kegawat daruratan agar tidak menimbulkan kebingungan dalam mengadukan kejadian darurat. ”Papar Yus Djunaedi Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sebagai pimpinan di Kabupaten Purwakarta menekankan dan menginginkan bahwa semua data harus terintegrasi di seluruh OPD yang ada di Purwakarta agar ketika beliau memerlukan informasi dapat langsung termonitor di ruang kerja tanpa membutuhkan waktu yang lama. Anne sendiri sangat mendukung dalam fasilitas demi berkembangnya IT di Purwakarta. Dengan berkembangnya IT di Purwakarta dapat membantu serta melayani masyarakat dengan mudah terlayani, khususnya dalam bidang pelayanan Kesehatan.

Anggaran yang diperlukan untuk Command Center di  Purwakarta cukup tinggi kurang lebih 1M, selain itu ada lisensi dengan Google Map. Kita harus bekerjasama dengan media nasional karena sangat diperlukan untuk memasarkan daerah kita. Kerjasama dalam bentuk sistem ganti uang, dengan kontrak langsung dengan media. Untuk pemberitaan tentang pemerintahan sangat terjangkau RATE Harganya. Purwakarta sangat bersahabat dengan media-media nasional ataupun lokal, oleh karena itu pemberitaan yang ada untuk Purwakarta adalah hal-hal Positif dan sangat baik dalam membangun kepercayaan kepada Masyarakat. Kerjasama dengan media yaitu kontrak langsung dengan pimpinan direksi media. Menghindari agar tidak ada intervensi dari wartawannya. ”Papar Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik,Hendra Fadly”. (Ky)

 

 

COMMENTS  3






DISKOMINFO ADAKAN RAPAT PERSIAPAN TINJAUAN LAPANGAN EVALUASI PROGRAM SMART CITY 2021

Pemkab Purwakarta melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Rapat

PERPUSTAKAAN DIGITAL SOLUSI BACA DIKALA PANDEMI

Pada era informasi seperti sekarang ini, Teknologi Informasi telah menjadi

WEBDESAKU MENJADI DAYA TARIK TERSENDIRI BAGI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Bertempat di Taman Maya Datar Pemerintah Kabupaten Purwakarta Pada hari

PENINGKATAN KAPASITAS PPID UNTUK PENYEDIAAN INFORMASI YANG TEPAT, AKURAT DAN TERBUKA

Diskominfo Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Selasa,

DISKOMINFO SELENGGARAKAN SOSIALISASI WEBDESAKU

Dinas Komunikasi dan Informatika telah meluncurkan webdesaku pada akhir bulan